IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Diskriminasi Caleg Katolik di Sumatra Barat May 29, 2013

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 12:31 pm
Tags: ,

Caleg PDI Perjuangan di Sumatera Barat, Dominikus Supriyanto diteror dengan tujuan ia mengundurkan diri. Kalau mau duduk di DPRD Pasaman Barat ia harus menjadi Islam.

Sampai sekarang ia mendapat dukungan PDIP dan juga gereja Katolik yang lewat uskup memberikan dukungan moral. Kepada Radio Nederland Wereldomroep Dominikus Supriyanto menjelaskan latar belakang tekanan terhadap dirinya setelah terpilih.

“Saya menang, ranking satu, yang kalah tidak mau mengaku kekalahannya, tidak senang, ” tandas Dominikus Supriyanto. Ia adalah caleg PDIP untuk DPRD Pasaman Barat di Sumatra Barat.

Mereka kemudian mengalihkan kekesalannya ke intimidasi, melempar batu ke rumah Supriyanto. Mereka memasalahkan, orang Kristen tidak bisa menjadi anggota DPRD di Pasaman Barat. Kalau mau duduk di DPRD Pasaman Barat harus menjadi Islam. Demikian keluh Supriyanto.

Pemilih Islam

Walaupun Dominikus Supriyanto dipilih juga oleh pemilih Islam, karena warga Kristen termasuk Katolik di Pasaman Barat kecil sekali, sekitar 3000 jiwa.

Jadi ia akan tetap mempertahankan haknya, karena mendapat dukungan rakyat. Ia sudah melaporkan ke polisi dan meminta perlindungan.
Intel sudah tahu siapa yang berada dibalik aksi teror ini. Namun belum ada bukti untuk ditindak, baru ada analisa saja siapa pelakunya.

Berita ihwal usaha menghalangi Supriyanto menjadi anggota DPRD Pasaman Barat belum masuk media namun sudah disebar lewat SMS. Uskup Katolik Padang mendukung Supriyanto dan kalau ini terus berlarut akan membawanya ke tingkat nasional.

Ia juga mendapat dukungan PDIP, siapa yang tidak mendukungnya silahkan meninggalkan partai saja. Sampai sekarang PDIP tetap setia pada komitmennya mendukung Supriyanto. Yang menang harus tetap didukung.

Tetap tenang

Supriyanto juga menghubungi rekan-rekan politiknya di Jakarta, mereka menghimbau ia tetap tenang karena tidak ada yang bisa menggugat keputusan KPU bahwa ia yang menang. Tidak ada orang yang bisa mengambi alih haknya dan menggantikannya.

Dominukus Supriyanto berasal dari keluarga Jawa, orang tuanya adalah transmigran di Sumatera, ia sendiri lahir di Sumbar dan merasa dirinya orang Sumatera Barat.

Sumber dari sini.

 

2 Responses to “Diskriminasi Caleg Katolik di Sumatra Barat”

  1. sutan gara Says:

    geli sekali hati saya membaca berita yg anda posting,hanya dgn menyadur dari sumber yg belum jelas kebenarannya.saya warga peribumi kec.luhak nan duo dan tinggal tak jauh dari kediaman supri aka dimas motor.saya tau persis rentetan kejadian dari awal sampai skrg.taukah anda siapa supriyanto atau biasa dipanggil supri aka dimas motor? dia adalah orang terkaya di kabupaten pasaman barat dia orang kuat terpandang dan disegani karena memiliki aset tanah ratusan hektar.punya puluhan ruko dan ratusan karyawan.berbeda terbalik dgn berita yg anda posting dia seakan orang lemah teraniaya.padahal fakta sebenarnya dia adalah ular berbisa penipu dan seorang misionaris yg memurtadkan umat islam dgn segala cara.taukah anda pada saat dia jadi caleg dia memelas kepada ribuan masyarakat jawa/keturunan jawa di pasaman barat memohon agar dia dipilih dan berjanji akan jadi mu’alaf jika nanti duduk sebagai anggota dewan.namun setelah terpilih apa yg terjadi jangankan menepati janjinya malah ia menyebarkan berita dusta.ingat kami masyarakat luhak nan duo tidak butuh dan tidak pernah memaksa supriyanto untuk jadi mualaf.

    • IRIndonesia Says:

      Reformata sumber yang jadi link saya sebenarnya juga mengutip dari radio netherlands worldwide (rnw). Saya dulu membaca dari sana, hanya beritanya di rnw tidak ada alamatnya lagi.

      Berita ini memang tidak mencerita detil siapa Dominikus, sekuat, sekaya apapun dia tetap aja rumahnya bisa dilempar batu atau tetap aja dia bisa merasa diintimidasi.. itukan perasaannya, bebas saja.. soalnya ada tidaknya peristiwa lempar batu itu mungkin anda lebih tau.

      Hal yang menjadi pertanyaan saya kini:
      1. Dengan dia tidak menepati hal tersebut apa yang dilakukan masyarakat? Menagih janji dengan memintanya harus memeluk agama Islam, jika tidak mengundurkan diri?
      2. Bagaimana perkembangan kasus ini?

      Terimakasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s