IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Warga Kristen September 14, 2012

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 1:15 am
Tags: ,

Masjid Nurul Taqiem terletak di ujung jalan kecil yang jarang dilalui warga masyarakat, sehingga terkesan berada di daerah terpencil. Ternyata, masjid berukuran kecil ini menyimpan sejarah sikap toleransi dan persaudaran antarumat beragama yang tinggi sejak awal berdirinya.

ROCKY BOELAN, Kupang

JALAN Komodo merupakan lintas utama Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja sebagai kelurahan baru yang berdiri tahun 2009. Saat mengitari jalan ini, tampak hanya berdiri bangunan umum seperti sekolah, kantor polisi dan bangunan gereja.

Warga Kelurahan Bakunase 2 didiami sekira 2.400 jiwa yang menempati dua lingkungan terbesar yaitu Oetona dan Labat. 98 persen warga Kelurahan Bakunase 2 pemeluk agama Kristen dan Katolik. Hanya segelintir warga pemeluk agama Islam dan sebagian besar mendiami lingkungan yang terkenal disebut Kampung Alor.

Sejak lama dinamakan Kampung Alor, karena terdiri dari penduduk bersuku Alor. Kampung Alor Oetona terletak di jalan Cemara yang hanya berjarak sepanjang 200 meter melalui cabang masuk di depan kantor lurah Bakunase 2 sekarang.

Diujung jalan Cemara merupakan batas lingkungan Oetona dan Labat, tampak area persawahan terbesar di Kelurahan Bakunase.
Disitulah berdiri Masjid Nurul Taqiem yang tampak tidak besar.
Pantauan Timor Express, Kamis (16/8) tampak jemaah Masjid Nurul Taqiem laki-laki dan perempuan khusuk bertarawih.

Jemaah ini konon merupakan bagian dari jemaah Masjid Baiturrahman Kelurahan Bakunase. Namun karena jarak tempuh jemaah dari Kampung Alor ke Bakunase cukup jauh, maka sejak tahun 1970 didirikan sebuah Langgar (bangunan ibadah umat Islam yang lebih kecil dari masjid). Baru tahun 1981, jemaah setempat memulai pembangunan Masjid Nurul Taqiem.

Imam kedua Masjid Nurul Taqiem, Muhammad Kasim saat ditemui Timor Express menceritakan, pembangunan masjid itu melibatkan seluruh warga Kampung Alor Oetona, baik beragama Islam maupun Kristen. Bahkan, ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Taqiem bernama Benyamin La’a yang merupakan seorang warga pemeluk agama Kristen.

Letak Masjid Nurul Taqiem awalnya juga berhadapan dengan rumah kegiatan salah satu bagian Pendidikan Anak dan Remaja (PAR) Jemaat Gereja Yarden Oetona. Urusan toleransi hidup beragama di daerah tersebut menurut Muhammad Kasim, sudah terbina lama dan turut dipengaruhi hubungan persaudaraan dan perkawinan sesama warga suku Alor. Bahkan, Muhammad Kasim mengaku mempunyai saudara kandung pemeluk agama Kristen.

Keharmonisan hidup masyarakat setempat sama sekali tidak dipengaruhi perbedaan keyakinan agama. Berkat sikap toleransi, warga setempat juga tidak terpengaruh dengan isu-isu SARA termasuk konflik horizontal tahun 1998 di Kota Kupang, di mana warga setempat saling menjaga kepentingan satu dan lain.

Dari jumlah jemaah yang kecil, pada hari raya keagamaan seperti Lebaran selalu berlangsung meriah. Meski banyak yang mudik ke Alor, tetapi jemaah lain yang menetap selalu mendapat kunjungan silahturahmi dari banyak tetangga muslim dan non muslim.

Jemaah Masjid Nurul Taqiem Oetona tergolong jemaah kecil. Hingga kini, jumlah jemaah setempat hanya berkisar 200 orang dari 40 kepala keluarga. Jemaah Nurul Taqiem tergolong umum terdiri dari warga muslim Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan aliran Islam lain. Karena letaknya yang terpencil, aktivitas ibadah di Masjid Nurul Taqiem jarang didatangi warga dari luar Kelurahan Bakunase 2.

Sumber dari sini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s