IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Pasangan Suami-Istri Beda Agama Peroleh Manfaat Selama Ramadhan February 9, 2012

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 12:31 am
Tags: , ,

Ramadhan, bulan ketika kaum Muslim berpuasa untuk membersihkan diri, juga merupakan kesempatan khusus bagi para pasangan suami-istri Muslim dan Katolik untuk semakin mesra meski berbeda.

Ramadhan merupakan saat untuk saling memperhatikan dan melayani satu sama lain dengan lebih baik, kata beberapa pasangan suami-istri kepada UCA News baru-baru ini di Yogyakarta.

Rutinitas rumah tangga bahkan tidak harus mengalami banyak perubahan. Hal ini dirasakan oleh Adhi Surjana, seorang Muslim berusia 31, dan Godeliva Jatiningsih, istrinya yang adalah seorang Katolik berusia 31.

“Kami terbiasa santai. Saat berbuka puasa, saya yang menyiapkan makanan dan saya memang kerap mendampingi. Kami makan bersama-sama. Saat sahur, saya jarang ikut. Kadang saya yang membangunkan dia (suami),” kata Jaatiningsih.

Islam mewajibkan kaum Muslim untuk berpuasa dari makanan dan minuman sepanjang hari sejak subuh hingga maghrib selama bulan Ramadhan. Karya amal juga disarankan. Di Indonesia, bulan Ramadhan tahun ini dimulai 15 Oktober dan akan berakhir 14 November.

Jaatiningsih dan Surjana mengatakan, mereka tidak menghadapi masalah dalam menghayati agama mereka masing-masing selama masa perkawinan yang telah berlangsung 5 tahun.

Menurut Jaatiningsih, “Saya biasa pergi ke gereja dan Bang Adi (suaminya) sama sekali tidak melarang — bahkan sering mengingatkan saya.” Ia mengaku bahwa ia pergi ke gereja seorang diri sementara Surjana menjaga anak-anak di rumah, karena mereka sepakat sejak awal untuk tidak mengajak anak-anak ke gereja maupun mesjid. “Biar sekarang mereka universal. Biar mereka sendiri kelak yang menentukan pilihan agama yang ingin mereka anut,” jelasnya.

Pasangan itu menikah di Gereja St. Petrus dan Paulus di Yogyakarta, setelah memperoleh “dispensasi” seperti yang ditetapkan oleh hukum Gereja bagi seorang Katolik yang menikah dengan seseorang dari agama lain.

“Kami malah menjadi makin menyadari kalau kami berbeda, bukan hanya dalam hal iman tapi juga dalam hal tradisi keluarga kami masing-masing. Jadi kami semakin tahu akan perbedaan kami dan ini justru membuat kami semakin dekat,” kata Jatiningsih.

Felicitas Isni Sumarni, seorang Katolik berusia 50, dan Budiono, suaminya yang adalah seorang Muslim berusia 59, menikah di Kantor Urusan Agama 28 tahun lalu. Keduanya menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengalami konflik serius soal agama.

“Paling-paling terjadi sedikit pertengkaran, tapi biasanya soal uang atau anak-anak. Soal agama, kami tidak pernah bertengkar. Komitmen kami dulu, masalah agama tidak akan pernah kami ungkit-ungkit. Dan ini kami pegang teguh,” kata Isni.

“Suami saya aktif menjalankan solat lima waktu dan puasa. Saya tetap pergi ke gereja bersama anak bungsu saya. Saya juga aktif dalam pertemuan-pertemuan lingkungan dan ibu-ibu Katolik. Pada hari-hari tertentu, suami saya bahkan mengantar dan menjemput saya,” lanjutnya. “Bukan hanya itu, suami saya cukup toleran. Ini terbukti dari kesediaannya untuk menjalani pembaruan perkawinan di gereja.”

Ibu dari seorang gadis Katolik dan dua pemuda Muslim itu mengklaim bahwa bulan Ramadhan meningkatkan kemesraan di kalangan anggota keluarga. “Sebagai seorang Muslim yang saleh, suami saya sudah biasa menjalankan ibadah puasa bersama anak pertama dan kedua kami. Sementara anak ketiga ikut saya menjalani hidup liturgi dan aktif sebagai orang Katolik,” katanya.

“Kami kerap makan bersama saat berbuka puasa,” lanjut umat Paroki Hati Maria Tak Bercela di Kumetiran, Yogyakarta itu.

Namun Isni menjelaskan, kemesraan yang mereka rasakan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri juga dirasakan saat Hari Raya Natal. “Kami semua terlibat dalam suasana sukacita,” katanya.

Kebahagiaan merayakan pesta-pesta agama juga dirasakan oleh keluarga Agustinus Pamudji Rahardjo, 49, Katolik, dan Harnowati, istrinya yang adalah seorang Muslim berusia 50. Pamudji menjelaskan pendekatannya selama bulan Ramadhan. “Saya merasa senang bisa mendampingi istri saya berpuasa. Selama sebulan penuh, saya turut berpuasa. Ini bentuk toleransi saya pada istri karena dia juga sudah cukup toleran pada saya dan semua anak kami,” katanya. Namun ia menambahkan, “Khusus hari Minggu, saya membatalkan puasa saya agar bisa menerima Komuni.”

Anak-anak, yang semuanya Katolik, berbuka puasa bersama ibu mereka. “Meskipun mereka tidak berpuasa, kami berbuka puasa bersama, sekalian makan malam,” kata umat Paroki St. Petrus dan Paulus itu.

Pasangan yang menikah di Kantor Catatan Sipil tahun 1980 dan membarui janji perkawinan di gereja tahun 2000 itu memutuskan untuk tidak mempengaruhi iman mereka masing-masing.

“Sebaliknya, kami sepakat untuk saling mendukung. Anak-anak juga kami didik begitu. Kalau Hari Raya Idul Fitri tiba, mereka sungkem kepada ibu mereka dan saya. Kalau Hari Raya Natal, istri saya mengantar anak-anak ke gereja dan ikut upacara secara pasif. Sejak sebelum menikah, kami memang sepakat begitu,” kata Pamudji. Ia dan anak-anaknya mendukung rencana istrinya untuk naik haji, lanjutnya.

Saat masa Prapaskah, Harnowati mendampingi suami dan anak-anaknya berpuasa. “Saya juga mengingatkan suami dan anak-anak untuk berpuasa dan berpantang seturut peraturan yang berlaku,” katanya. Seluruh keluarga menyisihkan uang belanja untuk APP (aksi puasa pembangunan), lanjutnya.

Pamudji, yang adalah dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, mengatakan, pengalaman keluarganya menunjukkan bahwa perkawinan beda agama tidak selalu menciptakan masalah. Ia juga menjelaskan bahwa masalah serius dalam perkawinan juga terjadi antara pasangan suami-istri seiman. Harnowati, Wakil Kepala Badan Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Propinsi DI Yogyakarta, sependapat.

Sumber dari sini.

 

One Response to “Pasangan Suami-Istri Beda Agama Peroleh Manfaat Selama Ramadhan”

  1. bohyahkah Says:

    Jangan nodai Ramadhan dengan zina


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s