IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Barack Obama August 16, 2011

Filed under: Tokoh — IRIndonesia @ 1:11 am
Tags: , , , ,

Ayah kandung Obama yang bernama Barack Hussein Obama adalah seorang Afrika berkewarganegaraan Kenya, sedangkan ayah tirinya adalah Lolo Soetoro, pria Jawa Timur tulen. Baik ayah kandung maupun ayah tiri Obama menganut keyakinan Islam.

Obama dan Maya Soetoro Ng (adik perempuannya yang berdarah Jawa, Indonesia) beribu sama, seorang perempuan kulit putih bernama Stanley Ann Dunham.

Selama ini orang AS mengenal Michelle Obama, istri Obama, sebagai orang kuat di balik kampanye kecalonpresidenan dan karir politik Obama.

Tapi, setelah kampanye itu memasuki babak terpanasnya, orang AS mulai ingin mengenal lebih dekat sosok Obama, terutama keluarganya.

“…(selain Michelle) ada dua lagi senjata rahasia Barack Obama, yakni kakak perempuannya Auma Obama dan adik perempuannya Maya Soetoro Ng,” tulis Amy Argetsinger dan Roxanne Roberts dari Washington Post.

Kedua wartawati The Post itu menyebutkan, aset politik terbesar Obama adalah tradisi multikultur yang ada dalam keluarganya. Tradisi itu dikembangkan oleh para perempuan di sekitar Obama, mulai ibunya sampai Maya Soetoro.

Begitu besarnya peran perempuan terhadap Obama tercermin dari perangai dan sikapnya yang lembut. Hampir semua orang terdekatnya adalah perempuan. Lima perempuan menjadi kekuatan inti pribadi Barack Obama, yaitu Michelle, ibundanya yang almarhum, sang nenek, Maya, dan Auma.

Keluarga Obama yang unik, karena berkomposisi ras warna-warni, sungguh menarik perhatian banyak orang di AS.

Auma adalah asli keturunan Kenya. Ibunda Auma adalah istri pertama dari Barack Obama Sr. Sedangkan, Maya, membawa darah campuran Asia (Jawa, Indonesia).

Saudara-saudara Obama yang lain hidup tenteram di Iowa, New Hampshire, dan jauh dari publikasi media, sehingga menyembunyikan keunikan keluarga Obama yang sesungguhnya merangsang apresiasi publik AS itu.

Meski berbeda ayah, mereka selalu berdekatan dan berkomunikasi sangat rekat, khususnya hubungan antara Maya dengan Obama.

Sampai sekarang Maya yang tumbuh besar bersama Obama di Indonesia dan Hawaii tetap mengenang masa kecil yang indah bersama sang abang. Berjam-jam ngobrol di telepon, menjadi tempat berkeluhkesah tatkala dibelit frustasi dan dirundung bingung, atau sebagai pelindung yang kadang terkesan protektif.

“Dia membantuku menentukan pilihan,” kata Maya kepada Chicago Sun Times edisi 9 September 2007.

Maya yang sering dikira orang Latin atau hispanik itu sekarang telah menjadi istri pria Kanada keturunan Cina, Konrad Ng. Mereka dikarunia anak perempuan berusia 3 tahun bernama Suhaila.

Maya memeroleh gelar PhD dari Universitas Hawaii, dan sekarang mengajar pada sebuah sekolah di Honolulu, sedangkan suaminya adalah PhD ilmu politik yang aktif dalam kampanye kepresidenan Obama.

Kepada New York Times, Maya menerangkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang bersemayam dalam keluarganya, terutama setelah ditanam oleh sang ibu. Nilai-nilai keluarga ini pula yang merasuki pikiran, pandangan, dan prilaku Obama.

Maya menyebut ibunya sebagai seorang agnostik (masih mempertanyakan keberadaan Tuhan dan konsep Ketuhanan), tetapi sang ibu pula yang mengajarkan kebaikan-kebaikan ajaran spiritual.

“Mama kerap menghadiahi kami buku-buku bagus, Injil, Kitab Hindu Upanishad, Budhisme, dan Tao Te Ching. Beliau menginginkan kami meyakini bahwa setiap orang mempunyai sesuatu yang indah untuk disumbangkan kepada dunia,” kata Maya.

“Anda tak menyebut-nyebut Al Quran? Anda khawatir kalau menyebut Islam akan mengundang kampanye hitam yang memburukkan citra politik kakak anda?” tanya Deborah.

Maya yang mengaku secara filosifis Budhis menjawab, ibunya tak mengajarkan banyak hal soal Al Quran, namun keluarga kerap membacanya, bahkan setiap pagi mereka mendengarkan lantunan ayat suci Al Quran selama di Indonesia.

Maya menolak kekhawatiran identitas keislaman yang menempel ketat pada keluarganya –terutama ayah kandung dan ayah tirinya– akan mencederai citra Obama.

“Aku tidak menyangkal Islam. Aku kira sangatlah penting untuk diketahui bahwa kami memiliki pemahaman yang lebih baik tentang Islam. Tapi, akan sangat salah jika itu dihubung-hubungkan dengan abang ku karena ia berkeyakinan Kristen sejak 20 tahun lalu,” kata Maya.

Maya mengungkapkan, pesan keberagaman, kebersamaan, cinta, dan sikap saling menghormati yang diajarkan ibunya kepada mereka telah membuat mereka tumbuh sebagai anak-anak yang menoleransi perbedaan dan bercita-cita demi toleransi itu.

Keluarga mereka, bahkan dinilai sangat melambangkan keragaman AS.\

Sumber dengan perubahan seperlunya dari sini.

 

One Response to “Barack Obama”

  1. SparKyu Says:

    Moga ja klo jbtan jd presiden nya bkl Mualaf.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s