IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Harmoni Kampung Sawah January 21, 2011

Filed under: Hotspot — IRIndonesia @ 7:53 am
Tags: ,

Oleh: Cokorda Yudistira

Berada tidak jauh dari akses jalan tol Cikunir-Hankam, Kampung Sawah masih menyisakan secuil kesejukan suasana desa pinggiran kota. Maklum, di kiri kanan jalan utama, yang membelah kampung di Kelurahan Jati Melati, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pohon-pohon besar masih berdiri rindang.

Hanya saja, hamparan sawah, yang dulu luas, kini semakin sempit, berganti kompleks-kompleks perumahan.

Kampung di pinggiran Kota Bekasi ini menyimpan keunikan. Kampung, yang dulunya masuk wilayah Kelurahan Jatiwarna, adalah salah satu kampung Betawi di Bekasi, tetapi memiliki dua gereja tua, yang berusia lebih dari seabad. Salah satunya Gereja Katolik Santo Servatius, yang berdiri pada akhir abad ke-19 dan Gereja Kristen Pasundan Jemaat Kampung Sawah.

Berdampingan dengan Gereja Kristen Pasundan ada masjid besar, yang dikelola Yayasan dan Pondok Pesantren Fisabillilah. Kekhasan lainnya, kompleks makam Katolik di Kampung Sawah berdampingan dengan makam Muslim.

”Mayoritas penduduk Kampung Sawah adalah Kristen, setelah banyak pendatang, jumlahnya kini hampir berimbang antara Muslim dan Kristen,” ujar Lurah Jati Melati H Usman Fauzi.

Ia mengakui, keberadaan gereja di perkampungan Betawi tidak pernah diusik warga setempat. Karena, hampir seluruh jemaat di kedua gereja tersebut masyarakat Betawi setempat, yang sudah tiga generasi menganut Kristen. ”Orang kampung sini bilangnya, yang Muslim dan yang Nasrani adalah sama, dari satu puun, satu keluarga,” ujar Fauzi. ”Memang pernah ada yang ngeributin, tetapi mereka itu datang dari luar kampung, yang mau membuat gejolak di kampung ini,” katanya.

Berdampingan

Kerukunan antarumat tergambar jelas di Kampung Sawah. Manuel Boeng Napiun, pensiunan kepala sekolah, yang kini menghabiskan waktunya membersihkan kompleks makam Katolik dan makam Muslim di kampung itu, mengaku memiliki dua putri, Aca dan Arma. Aca mengikuti keyakinan keluarganya memeluk Kristen, sementara Arma beberapa tahun lalu menunaikan ibadah haji.

”Semuanya tinggal serumah. Kalau pas Lebaran, kami ngerayain sama-sama, kalau Natal, kami juga sama-sama ngerayain-nya. Jadi setahunnya dua kali kami makan olahan,” ujarnya.

Hampir setiap pagi, Boeng menyisihkan waktu membersihkan pinggiran pagar kedua makam di kampung itu. ”Dari tahun 1971 saya ngebersihin makam di sini, mulai dari makam Muslim sampai makam Katolik. Tak setiap hari, kadang seminggu sekali. Tidak ada yang menggaji, tetapi saya senang,” ujarnya.

Boeng bertutur, perayaan Natal di Gereja Santo Servatius selalu semarak dengan kehadiran jemaatnya, yang mengenakan baju tradisional Betawi. Pria berbaju koko warna krem dan celana hitam, sementara perempuannya memakai kebaya encim dipadu kain batik.

”Kadang ada yang berpakaian pendekar, pakai baju dan celana tiga perempat warna hitam, pakai sarung, golok nyelip di pinggang. Itu semua boleh masuk gereja,” kata Boeng.

Hariyanti, warga Kampung Sawah, juga mengakui kerukunan hidup warga Kristen dan Islam di kampungnya. ”Kami ini kan satu keluarga,” kata Hariyanti.

Meski berbeda kepercayaan, hubungan kekeluargaan terjalin hangat dan akrab. ”Biasanya setiap Natal dan Tahun Baru mereka mengirimkan makanan ke sini dan kami bersilaturahmi ke rumahnya. Kalau Lebaran, mereka yang datang,” ujarnya.

Saling menghormati dan merasa saling memiliki merupakan kunci pengikat keharmonisan dan kerukunan antarwarga di Kampung Sawah.

Sumber dari KOMPAS. Rabu, 21 Desember 2005

 

One Response to “Harmoni Kampung Sawah”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Muhammad Etsha, IRIndonesia. IRIndonesia said: Harmoni Kampung Sawah. Klik: http://twitlink.ws/4AN […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s