IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Ruth: Untukmu, yang Menyebut Tuhanku dengan Nama yang Berbeda January 19, 2011

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 1:50 am
Tags: ,

Oleh: Ruth (@ruth_rdk)

Dear Yogi Gagah Perdana, ini surat pertamaku untukmu. Aneh rasanya menjabarkan rasa lewat tulisan. Ya, mungkin karena kita terlalu sering bertatap muka, bersentuhan secara nyata. Namun aku pikir ada baiknya menulis surat untukmu, karena ada banyak hal yang tak cukup diungkapkan lewat suara. Semoga aksaraku mampu menyempurnakannya.

Kau tahu betapa bahagianya menjalani hidup denganmu? Bisa kukatakan 24 jam sehari tak akan pernah cukup mengurai waktu bersamamu. Aku suka mengamat-amati bahasa tubuhmu. Menatap matamu lekat-lekat saat kau bercerita tentang hidup dan semua mimpimu, mimpi kita. Dan kau tahu betapa manisnya dirimu saat berkutat dengan pekerjaanmu dan seolah tak mau diganggu? Ah, kau sensasi Ilahi paling nyata yang aku punya. Tak mungkin aku tak bersyukur memilikimu.

Dear Yogi, kita sama-sama tahu ada sekat yang terlalu pekat diantara kita. Sebelas purnama kita jalan sama-sama, tetap saja kita menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda. Tak pernah kusesali pertemuan kita. Justru aku bersyukur, Tuhanku dan Tuhanmu menyiapkan waktu terbaik untuk kita bertemu dan berbagi bahagia.

Kadang menyenangkan mencintai diatas beda. Aku mengartikan “Bismillah”-mu sebagai “Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus”; “Alhamdullilah”-mu sebagai “Puji Syukur pada Yesus”; dan “Assalamualaikum”-mu sebagai “Shallom, salam damai”. Aku suka caramu mengingatkanku agar tak absen ke gereja di hari Minggu. Dan betapa aku berterimakasih padamu sudah menemaniku melewatkan malam Natal di gereja. Hal yang mungkin bertentangan dengan imanmu, namun kau lakukan semua karena kau cinta aku. Yogi, saat kau menghadap qiblat, bersimpuh di atas sajadahmu, dan berseru pada Tuhanmu, sampaikan padaNya bahwa aku begitu mencintai salah satu umatNya, kamu.

Tak bisa kubayangkan suatu saat kita harus berpisah bukan karena kita tak lagi cinta. Sama saja seperti mengetahui hari dimana kau akan mati, sedang kau tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu waktu itu tiba.
Aku pun tahu kita telah berusaha keras mencari cara agar tetap bersama. Namun sekeras apa kita mencoba, akan ada waktu dimana kita akan saling meninggalkan dan merelakan.

Tak perlu kujelaskan cintaku padamu, kau pasti tahu betapa besarnya itu. Aku pun yakin cintamu padaku sama besarnya. Namun cinta kita kepada sosok yang kita sebut Tuhan dengan nama berbeda, jauh lebih besar daripada itu. Pada akhirnya kita memang harus memilih untuk mengembalikan cinta yang kita punya kepada Dia Sang Pemberi cinta.

Yang dapat kita lakukan sekarang adalah menghargai waktu yang ada. Kita tak akan pernah tahu kapan bom waktu itu akan meledak. Bisa saja aku atau kamu yang terlebih dahulu meledakkannya. Namun aku tak mau terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di depan. Itu hanya akan membuatku pesimis dan menyerah pada keadaan. Walau terkadang kita memang harus membuka mata terhadap hal yang kita sebut kenyataan. Kita bisa marah, tak terima, atau bahkan mengutuk Tuhan, namun ketika waktu itu tiba, yang bisa kita lakukan hanyalah merelakan.

Dear Yogi, terimakasih telah mencintaiku. Terimakasih telah mempercayakan hatimu padaku. Terimakasih telah mengajarkanku untuk berani memperjuangkan cinta. Saat aku mulai lelah, tolong ingatkan aku betapa kerasnya kita telah berjuang dan berkorban. Hanya itu yang mampu melambungkan semangatku ke atas awan dan kembali memperkuat harapan.

Hingga detik ini, hatiku tetap milikmu, hingga Tuhanku mengambilnya kembali.

Aku, yang mencintamu, tanpa melihat agamamu.
Ruth.

Sumber dari sini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s