IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Cinta Dengan Segala Perbedaan January 15, 2011

Filed under: Esai — IRIndonesia @ 1:56 pm
Tags: ,

Oleh: Melany

Banyak orang yang ingin berbahagia, salah satunya adalah ingin memiliki pasangan hidup. Banyak pula orang yang menentang pilihan pasangan hidup kita dengan berbagai alasan. Terutama orang tua kita, atau kerabat kita, dengan berbagai macam alasan yang tidak lain adalah “PERBEDAAN”.

Perbedaan, sekali lagi perbedaan, perbedaan status lah, perbedaan derajat lah. Tapi yang lebih kuat adalah perbedaan keyakinan. Tanpa kita sadari ada kalanya kita mencintai orang dengan kepercayaan dan keyakinan yang berbeda. Justru dengan merekalah kita merasa nyaman. Menurut semua agama menyarankan umatnya agar kita mencari pasangan yang seiman, agar dalam satu rumah tangga hanya ada 1 nahkoda. Tetapi bagaimana dengan hati kita? yang saling mencintai dengan seseorang yang berbeda keyakinan tersebut tanpa meninggalkan keyakinan masing-masing. Tidak mudah memang untuk meyakinkan orangtua yang sudah memegang kuat keyakinan bahwa NBA itu haram. Paling tidak anda berdua mesti memiliki argumen yang kuat pula untuk mengcounter pandangan orangtua anda tersebut. Argumen itu tentu saja adalah perspektif teologis tentang pembolehan NBA.

Kita juga perlu mempelajari bagaimana kehidupan pasangan NBA untuk dijadikan bahan perbandingan. Termasuk keluarga/ teman kita. Umumnya masyarakat Indonesia seperti itu. Karenanya, nggak ada calon pasangan NBA yang mulus merealisasikan keinginannya untuk menuju mahligai rumah tangga. Sulit, perlu kerja keras. Nah, seberapa jauh anda mampu melakukan itu? Ada pertanyaan seperti ini:

Saya muslim dan calon saya kristen protestan.Sebagian orang menyarankan agar saya melaksanakan nikah secara muslim dulu yang penting saya sudah memualafkan calon saya tapi setelahnya agama di jalankan masing-masing, ATAU nikah tetap dgn agama masing? andai pilihan pertama, apakah calon saya berdosa karena mengucapkan 2 kalimat syahadat hanya di saat ijab-kabul? apakah jika calon saya mengucap 2 kalimat syahadat berarti dia telah masuk islam? akan termasuk musyrik atau kafir kah dia?

Pilihan sangat berisiko. Bisa berdampak negatif bagi anda dan pasangan.
Bagi anda mungkin awalnya dianggap bagus, sebab sudah memualafkan orang non-Muslim. Tetapi jika kemudian diketahui bahwa ternyata pasangan anda tetap melaksaanakan ajaran agama semula, apa kata dunia? Anda bisa dianggap hanya menggunakan agama untuk kepentingan sesaat.

Bagi pasangan anda, ia bisa saja dianggap murtad oleh komunitas agama dia, sebab sudah membaca syahadat dan itu bisa diartikan sebagai masuk Islam, pindah agama. Tetapi jika ternyata ia tetap melaksanakan ajaran agamanya semula, ia akan dianggap mempermainkan agama. Jadi menurut saya, jika memang perbedaan agama tidak menjadi masalah krusial bagi perjalanan kehidupan Anda ke depan kenapa tidak menikah dengan tetap mempertahankan agama masing-masing?

Soal dosa atau nggak

Saya tidak bisa mengklaim seperti itu. Bagi saya dosa dan pahala itu hak-Nya Tuhan. Dialah yg paling berhak untuk menghukumi seseorang itu berdosa atau beramal saleh dan berpahala. Begitu juga dengan soal kafir atau musyrik. Jadi, saya lebih menyarankan untuk tetap melanjutkan hubungan tanpa harus ada yang pindah agama. Kalau toh di kemudian hari ada yang mau melakukan itu, dan itui berdasarkan kemauan/ kesadaran sendiri silakan saja. Tetapi tidak perlu saat menikah harus sama-sama Islam.

Sekarang tinggal bagaimana pasangan tersebut menyikapi perbedaan yang ada tersebut. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.

Ketika manusia tidak sadar akan besarnya karunia Tuhan, manusia seakan menjadi Tuhan yang dengan mudah menilai suatu hal menjadi suatu dosa besar. Dalam kasus saya, saya seorang Kristiani mencintai muslimah, kalo mau ditanya mengapa Kristiani dipertemukan dengan seorang muslim 1 tahun lalu. Siapa yang mau menjadi menderita begini, toh 1 tahun lalu dalam pertemuan kami, saya yakin semua kehendak Tuhan, dan saat ini saya yakin Tuhan mau menguji kami apakah perbedaan ini dapat kami lalui dengan indah ataukah aturan Manusia yang akan menindas kami.

Bicara tentang dosa, kalau karena pernikahan kami yang berbeda, saya yakin dengan niat mulia kami berdua, pasti Tuhan kasih jalan. Urusan dosa adalah urusan keimanan setiap individu dengan perbuatan kebaikannya. Sekarang Tuhan akan lebih sayang pada siapa, pada manusia dengan kadar iman tinggi (sholat 5 waktu atau rajin gereja) tetapi dengan tingkat sosial dengan sesama yang sangat buruk ataukah pada manusia dengan kadar iman biasa namun memiliki tingkat sosial tinggi, penuh kasih sayang pada sesama, saling menghargai dan toleransi tinggi? anda mungkin akan bijak memilih ini. Lalu dengan kasus saya, apakah lebih baik kami terpisahkan dengan dendam dalam diri seumur hidup ataukah kami bersatu dalam ikatan suci pernikahan? Dosakah kami menikah, sucikah hidup dalam dendam?

Huffff.. bahkan ketika matipun, surat nikah, KTP, ataupun harta gak satupun yang dibawa. Hanya amal kebaikan yang akan ditanya di akhirat kelak. Lalu adakah surga Islam, surga Katolik, ataupun surga yang lain? semua atas dasar amal kebaikan di dunia, kita semua akan kekal di akhirat. Semoga setiap manusia yang sudah merasa benar dirinya sehingga dapat mengkategorikan segala sesuatu itu dosa dan tidak berdosa akan segera sadar. Urusan dosa adalah urusan setiap individu dengan Tuhan nya, dan kita pasti sangat tau, Tuhan itu Esa. Semoga ada jalan terang untuk kami berdua

Atas kehendak Tuhanlah kita memiliki rasa, peraturan agama (bukan Tuhan) adalah hasil dari penafsiran manusia atas teks kitab suci, yang didasarkan pada berbagai kepentingan, mulai dari politik ekonomi dan kekuasaan, seiring dengan perjalanan sejarah agama itu sendiri. Larangan NBA, sarat dengan muatan politis masa lalu, ketika agama – berseteru mempertahankan kekuasaannya, masing – masing ingin jadi mayoritas. Untuk mempertahankan ini, kata “dosa” dianggap paling sakti untuk menjaga kelangsungan muatan politis ini. Padahal Tuhan tidak menilai orang dari label apa yg dia bawa, Tuhan hanya melihat Good an Evil.

Bagi kalian yang mengalami problem dalam berhubungan beda agama janganlah berkecil hati, semua itu pasti ada penyelesaiannya tanpa kita harus meninggalkan keyakinan kita. Mungkin sudah rencana Tuhan kita dipertemukan dengan seseorang yang beda keyakinan dengan kita dan pastilah Tuhan akan beri jalan keluar untuk masalah-masalah kita.

Dan jangan lupa jika kita sudah di satukan dengan keyakinan yang berbeda, kita harus tetap menjaga keharmonisan rumah tangga.

Bagaimana dengan anak-anak kita?

itu juga menjadi pertanyaan di hati kita:
– Ada yang mengikutkan agama ayah jika anaknya laki-laki. Ikut agama Ibu jika anaknya perempuan.
– Ada pula yang mendidik anak-anak mereka dengan ajaran/ nilai-nilai dua agama sekaligus. Kelak dewasa dipersilahkan anak-anak mereka memilih sesuai hati nuraninya.

Saya cenderung pada cara yang kedua. Kedua anak saya sebisa mungkin diperkenalkan dengan nilai-nilai kedua agama orang tuanya: Islam dan Khonghucu. Di sekolahan kami persilahkan untuk mengikuti pelajaran agama Kristen, sebagaimana “agama”nya di KK.

Kelak jika dewasa tiba biarlah mereka memilih sendiri agama apa yang tepat untuknya. Kami tak akan mengintervensi dalam hal ini. Saya terkesan dengan Kahlil Gibran yang mengatakan bahwa anak itu bukan milik siapa-siapa, tetapi milik dirinya sendiri. Jadi orang tua atau siapapun tidak berhak untuk memaksakan diri agar memilih agama sesuai kita.

Saya dapat memaklumi jika orangtua Anda berpikiran begitu. Saya kira hampir semua orangtua akan merasa seperti itu. Tetapi itu kan berangkat dari pemahaman agama yang mereka miliki. Maklum saja. Tetapi saya tak berfikir seperti itu. Saya yakin tak akan berdosa jika kelak anak-anak saya tak memilih Islam sebagai agamanya.

Yang terpenting buat saya bukan apa agama mereka, tetapi bagaimana mereka beragama. Biar agamanya Islam tetapi kalau perilakunya tak mencerminkan akhlak Islami percuma juga. Tetapi meski beragama Kristen atau Hindu kalau akhlaknya sesuai dengan nilai Islam, itu jauh lebih baik. Harapan saya semoga ada jalan untuk Anda berdua. Yakinlah bahwa setiap persoalan selalu ada jalan keluarnya.

Salah satunya adalah jangan sampai ada kalimat yang menyinggung agama masing-masing pasangan. Karena kata-kata sekecil apapun jika itu menyangkut agama pasti akan sangat menyakitkan, dan jika itu dipupuk sedikit demi sedikit maka buah yang kecil tadi akan menjadi besar dan akan berakibat fatal bagi rumah tangga pasangan tersebut.

Kalau sudah tidak harmonis lagi, segala upaya yang selama ini dipertahankan untuk mencapai kebahagiaan sia-sia.

Bagaimana dengan perayaan hari raya?

Secara otomatis bila kita memilih pasangan yang beda agama pasti kita ikut merayakan hari besar keagamaan dari pasangan kita. Dan tidak mungkin kita akan akan berdiam diri, tutup mata dan telinga kan?

Cintailah pasangan anda terima apa adanya saling menhormati agar keutuhan, kerukunan, keharmonisan rumah tangga tetap terjaga, amin.

Sumber dari sini

 

2 Responses to “Cinta Dengan Segala Perbedaan”

  1. bener bgt!! ^^b
    “ketika matipun, surat nikah, KTP, ataupun harta gak satupun yang dibawa. Hanya amal kebaikan yang akan ditanya di akhirat kelak. Lalu adakah surga Islam, surga Katolik, ataupun surga yang lain? semua atas dasar amal kebaikan di dunia, kita semua akan kekal di akhirat.”
    Atas kehendak Tuhanlah kita memiliki rasa,,Mungkin sudah rencana Tuhan kita dipertemukan dengan seseorang yang beda keyakinan dengan kita dan pastilah Tuhan akan beri jalan keluar untuk masalah-masalah kita.Amien..🙂

  2. Penuh harapan dalam doa Says:

    Sya wanita memliki pasgn bda agama. Kmi sdah menjalin hubngn slm 1th. . . Saya sngat mencintai dy. . Bgt jga dy . . .
    Kami slg mgHormati agama satU sma lain . . .
    Ketka berSama saya bl0m menunaikan sholat, dy yg mengingatkn saya , bgt pn jg dy tiap hari minggu k greja saya slalu ksh ucpan met ibdah bwt dy. . .
    Skrg kami sm2 sdah serius mw mlangkah k jenjang serius. . . Dr keluarga dy sdah tw kalo say seorg muslimah, ,
    tp saya sngat takud certa k org tua sya, krena lgkugan keluarga saya dr org yg taAt bragama. . .
    Kami sudah serg membhas tentg masalh ini. . . Dy selalu meyakinkan sya bhwa kami past bsa brSama smp twa . . .
    Apa yg slah dg cinta . . .
    Kami pcran hampir tak ada masalah , kami slalu rukun ,
    salg mengHormati perbdaAn . . .
    . . .
    Apa memang benar tak ada jalan pasgan bda agama sepert saya bsa smpai jenjg pernkahan . . .
    Saya amat sngat mencintai dy . . .
    Saya sudah katakn kpda dy bhwa sya tidak akn meng9alkn agama saya meski sayank dan cinta k dy ,
    dia pn tak pnah memakskan apapun pada sya ,
    qt sdah brkomitmen masalh agama adalah pilhan masing2 .
    . . . .
    Saya cma manusia biasa , , ,
    saya ingn mendapatkn agama saya dan cinta saya . . .
    Saya sudah bner2 nyaman dg dy . . .
    . . .
    Apa bnar pnkahan bda agama it dharamkn . . .??
    Sya bner2 sedih dg ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s