IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Sikap GKI Pondok Indah Terhadap Pernikahan Beda Agama January 11, 2011

Filed under: Esai — IRIndonesia @ 1:08 pm
Tags: ,

Oleh: Pdt. Rudianto Djajakartika

GKI PI bisa melaksanakan pemberkatan nikah buat pasangan beda agama. Hal ini dimungkinkan karena GKI memahami pernikahan bukanlah sebuah sakramen. Namun pemberkatan nikah beda agama ini hanya bisa terjadi bila pasangan yang tidak beragama Kristen itu bersedia untuk membuat surat pernyataan janji, yang isinya sebagai berikut:

1. Bersedia dinikahkan di gereja dalam hal ini adalah GKI PI
2. Berjanji untuk tidak menghalangi pasangannya yang adalah jemaat GKI untuk tetap beribadah secara GKI
3. Jika pasangan ini mempunyai anak, maka yang bersangkutan tidak melarang anak-anaknya untuk dididik secara kristiani.

Meskipun GKI bisa melaksanakan pemberkatan nikah beda agama, bukan berarti bahwa pernikahan beda agama itu dianjurkan oleh GKI. Pemberkatan nikah beda agama ini adalah sikap pastoral GKI terhadap pasangan yang pada kenyataannya saling mencintai tetapi beda agama. Di satu sisi, perbedaan agama ini bisa menjadi faktor penghambat dalam relasi pernikahan, namun di lain sisi, gereja tidak bisa membiarkan anggotanya yang pada kenyataannya sudah saling mencintai itu hidup tanpa status yang jelas dalam relasi mereka dengan pasangan yang dicintai itu, atau bahkan menikah di tempat lain. Selain itu, pemberkatan nikah sesungguhnya adalah hak dari setiap anggota jemaat. Tentu pemberkatan nikah beda agama ini harus melalui suatu proses pastoral, sehingga pasangan ini sungguh menyadari risiko dari pernikahan beda agama dan sekaligus siap untuk mengantisipasinya.

GKI bisa melaksanakan pemberkatan nikah ekumenis dengan agama apa pun (bukan hanya dengan gereja Roma Katolik). Tetapi secara praktis, nampaknya memang ada kesulitan kalau pemberkatan nikah ekumenis itu dilaksanakan dengan agama Islam, Hindu, Budha dan lain-lain. Mengapa demikian? Karena pemberkatan nikah itu berada dalam sebuah konteks ibadah, yang tentu mempunyai landasan tertentu. Karena itu model pemberkatan nikah dengan agama lain (di luar Kristen-Katolik) kalau mau dilakukan, saya kira pelaksanaannya bukan pemberkatan nikah dalam ibadah raya bersama yang ekumenis, melainkan tetap ibadah nikah GKI. Hanya saja dimungkinkan adanya kehadiran pemuka agama lain untuk menyaksikan dan mendoakan. Ibadah nikahnya tetap GKI!

Sumber dari sini

 

2 Responses to “Sikap GKI Pondok Indah Terhadap Pernikahan Beda Agama”

  1. claudine cryptianti tobing Says:

    shalom,
    sy ingin tau syarat pernikahan beda agama di GKI PI jika sang pria beragama kristen dan wanita beragama islam. GBU

  2. Semoga saja kedepan tidak semakin banyak gereja yang sangat toleransi melaksanakan atau menyetujui pernikahan beda agama. Sy tdk paham apa motivasinya. Yg sy tau di Gereja Katolik boleh dengan persyaratan dipensasi uskup, ini lagi di GKI PI boleh dengan 3 syarat spt keterangan diatas krn Pernikahan dianggap bukan sakramen. Mengapa utk hal pernikahan beda agama toleransinya sampai segitu berbedanya dari gereja lain ?
    tetapi dalam hal yg lebih sederhana tidak ada toleransi. Apakah pernikahan dianggap sesuatu hal yang sederhana?
    Padahal secara awam orang akan beranggapan bhw sesuatu yg telah disetujui atau di dispensasi oleh gereja itu sudah benar. Motivasinya apa sih..?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s