IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Rudy Pratono dan Anna Maria Saraswati January 4, 2011

Filed under: Tokoh — IRIndonesia @ 8:42 pm
Tags:

Ada perhelatan yang langka di Gedung Yayasan Wakaf Paramadina di Plaza Pondokindah, Jakarta Selatan. Di tempat tersebut, biasanya lembaga yang didirikan cendekiawan neomodernis Nurcholish Madjid itu mengadakan kursus intensif dan kajian mendalam tentang Islam. Namun, pagi itu Paramadina menjadi tuan rumah upacara pernikahan Rudy Pratono, 30 tahun, lelaki Jawa kelahiran Jakarta, dan Anna Maria Saraswati, 28 tahun, wanita Jawa-Tionghoa kelahiran Dumai, Riau. Uniknya, pasangan tersebut berbeda agama.

Rudy seorang muslim, sedangkan Anna seorang penganut Katolik. Upacara di Gedung Paramadina itu lancar-lancar saja. Sekitar 30 orang duduk di atas karpet warna hijau. Lalu akad nikah secara Islam pun berlangsung. Selain disaksikan orang tua dan keluarga masing-masing, Dr. H. Zainun Kamal, M.A., staf pengajar di Paramadina, ikut menjadi saksi pernikahan. Usai acara, kedua mempelai memperoleh surat keterangan berkop Yayasan Wakaf Paramadina, yang menyatakan bahwa mereka adalah pasangan suami dan istri yang sah menurut ajaran Islam. Sore hari pasangan Rudy-Anna menjalani upacara pernikahan secara Katolik di Kapel Kanisius, Menteng Raya, Jakarta. Rudy mengenakan setelan jas, Anna memakai busana kebaya dengan sanggul berbunga. Pemberkatan dipimpin Romo Purbo Tamtomo dari Sekretariat Keuskupan Agung Jakarta. Lagu puji-pujian pun mengalun. Anna mengikuti semua tata cara Katolik, sedangkan Rudi hanya mengikuti sebagiannya yang tak termasuk ibadat. Upacara itu lancar-lancar saja.

Namun, masalah muncul ketika petugas Catatan Sipil Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota, yang hadir di acara, menolak mencatat keabsahan pernikahan itu, karena keduanya berbeda agama. Tentu saja para keluarga berbahagia itu sontak terperanjat. Pengalaman Rudy-Anna bukan hal yang baru. Banyak pasangan lain yang mengalami nasib serupa.

Memang, menurut Undang-Undang Perkawinan (UUP) Nomor 1/1974, pernikahan yang diakui negara hanyalah pasangan pemeluk agama yang sama. Bila agama masing-masing berbeda, negara melalui lembaga bernama Kantor Catatan Sipil (bagi pasangan nonmuslim) atau Kantor Urusan Agama (bagi pasangan muslim) tak akan meneken surat pengakuan atas pernikahan itu. Persoalannya, apakah agama, khususnya Islam, melarang perkawinan pasangan yang berbeda agama.

Upacara di Paramadina yang baru pertama kali diadakan oleh lembaga yang mewakili paham kelompok muslim neomodernis Indonesia itu berbicara tentang banyak hal. Kawin beda agama, sebut saja begitu, antara lelaki muslim dan wanita nonmuslim, menurut Zainun Kamal, memang tidak dilarang oleh Islam. “Boleh,” kata Zainun. Dasarnya Alquran 5:5, yang intinya menyatakan bahwa menikahi wanita ahli kitab yang menjaga kehormatannya adalah halal. Banyak sahabat Nabi Muhammad yang mengawini wanita dari agama lain. Bahkan banyak orang di negara Arab, yang kebanyakan penduduknya muslim, hingga kini melakukannya. Contoh yang populer, pernikahan Yasser Arafat, Presiden Palestina yang beragama Islam, dengan Suha Attawil, wanita beragama Kristen. Memang, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama menyangkut penafsiran tentang wanita ahli kitab. Sebagian berpendapat bahwa ahli kitab yang dimaksud adalah penganut Yahudi dan Nasrani yang memegang kitab suci yang masih asli. Kalangan lain menafsirkan bahwa umat Yahudi dan Nasrani masa kini juga dianggap ahli kitab. Dan ada penafsiran yang liberal. Ulama modern Mesir Muhammad Abduh, misalnya, seperti dikutip Zainun Kamal, berpendapat bahwa ahli kitab mencakup para penganut Buddha, Shinto, dan Konghucu. Alasannya, Alquran mengakui ribuan rasul, termasuk Buddha. Meski begitu, perkawinan beda agama di kalangan muslim tidaklah populer. Pasalnya, ada hadis Nabi Muhammad yang menganjurkan agar dalam memilih istri, seorang muslim hendaknya pertama kali mempertimbangkan aspek iman, baru kemudian aspek kecantikan, kekayaan, dan keturunan. Jadi, “Islam membolehkan kawin beda agama, tapi jangan diartikan menganjurkan,” kata Zainun.

Sumber dari sini

 

One Response to “Rudy Pratono dan Anna Maria Saraswati”

  1. UKI Says:

    Selamat malam..saya Uki dari Surabaya ,saya mau share masalah nikah beda agama dengan Bapak Dr. H. Zainun Kamal, M.A ,kebetulan calon saya seorang muslimah ,bisa saya share melalui artikel ini dengan beliau?

    terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s