IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Cinta Di Atas Perbedaan December 28, 2010

Filed under: Esai — IRIndonesia @ 3:08 pm
Tags:

Oleh: Vina

Tidak terasa…ternyata hubungan aku dengan kekasihku (pacar) sudah lebih dari setahun. Ada banyak hal yang sudah kita lewati berdua..ada suka, duka, susah ataupun senang…

Pernah sesekali memang ada airmata didalamnya, tapi satu yang pasti ada begitu banyak pula kebahagiaan yang pernah kita lalui bersama. Seperti puisi yang pernah dia tulis untuk ku sabtu yang lalu, “siang ke malam, panas ke dingin, hujan ,gelap ataupun terang..” Begitu juga dengan persoalan yang kadang datang dengan segala macam kesesakkannya dan semuanya itu baru saja separuh jalan karena kita berdua tahu betul bahwa masih ada Gunung yang harus kita daki dan lautan yang harus disebrangi.(duu…puitis amat!) Oh TUHAN, kenapa kau biarkan PERBEDAAn itu menjadi duri disetiap langkah kita?

Di blog ini ingin sekali berbagi sedikit pandangan ku mengenai masalah yg buat aku pribadi pada dasarnya is NOTHING banget, tapi tiba-tiba seolah-olah DUAAAR…masalah yang Nothing ini jadi begitu rumit ngejelimet saat aku harus berhadapan dengan kenyataan yang ada seperti opini publik ataupun pendapat orang-orang disekeliling ku mengenai sebuah PERBEDAAN.. katakanlah aku miris banget dan cukup concern untuk semua permasalahan yang ada didunia ini hanya cuma karena label SARA…?? apalagi di Indonesia yang segala sesuatunya masih berdasarkan kebiasaan, norma dan tradisi yang memang sudah turun menurun dr nenek moyang sampe ke buyut,cucu,cicit tujuh turunannya.

Tolong mohon dipahami, semua yang aku katakan disini hanyalah pemikiran dan pandanganku…sekiranya bila memang ada yang kurang berkenan, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya.

CINTA DIATAS PERBEDAAN

Kenapa harus ada hitam dan putih, china jawa, Kristen islam, miskin kaya, gelap terang dengan segala batasan, adat, norma ataupun kasta? Apa yang membuat manusia kini begitu mudahnya mengkotak-kotakkan sesamanya hingga membuat sgala sesuatu yang pada dasarnya adalah SAMA..tapi sekarang seolah-olah menjadi begitu kompleks dengan segala peraturannya.. yang lebih tragisnya lagi semua itu dibuat hanya berdasarkan kata MEREKA.. (mereka? who? orang2 tua? sesepuh? atau apa memang ada aturannya? agamakah? atau memang ada hukumnya? ) bahwa yang ini tidak bisa dan itu bisa? Yang seperti Ini tidak boleh ataupun itu baru boleh?

Bukankah kita semua tahu bahwa Manusia itu sama dimata TUHAN?? dan Bukankan kita hidup diatas bumi dan dibawah langit yg sama? Kita menghirup udara yang sama? makan makanan yg sma..Qt tercipta sebagai mahluk TUHAN yang sempurna diantara mahluk yg lainnya..(TAPI KESEMPURNAAN ITU TETAP HANYA MILIK TUHAN) lalu dimanakah letak bedanya?

Kenapa setelah itu, manusia dengan gampangnya akan mengatakan bahwa kamu berbeda dengan dia, mau diapain juga tetap berbeda, krn nya kamu tidaklah mungkin bisa bersama dia??? karena Kamu China n dia Jawa? atau Krn dia Miskin dan kamu kaya terhormat? or karena Kamu Kristen dan dia Budha…??? blablabla…masih ada banyak seribu alasan dan setelah smuanya menjadi begitu berbeda..(karena memang dibuatnya berbeda) lantas Kenapa manusia masih saja berkoar koar (masih saja ada Orasi/ demo massa dimana2) meminta untuk sebuah persamaan, entah persamaan hak/ soal diskriminasi (hitam-putih), gender (laki-perempuan), pemerataan keadilan (miskin-kaya), atw yg lain-lainnya..??

Huu..sungguh satu hal yang sulit untuk dimengerti..dan jika memang sudah begini, coba katakan, apakah mereka yang kaya bila jatuh miskin akan tetap dikatakan KAYA dan tetap tidak boleh bersatu dengan yang miskin? Ataukah lantas mereka dikatakan telah menjadi miskin lalu mereka baru bisa bersatu dgn kaum miskin karena status sosial sekarang menjadi sama?

Apakah hrs jatuh miskin terlebih dahulu agar bisa bersama-sama dengan si miskin? Atau Si Jawa hrs operasi kulit dulu untuk bisa bersama si China? atau yang tadinya Kristen harus jadi mualaf dulu untuk bisa sungguh-sungguh bersatu dengan yang islam ataupun sebaliknya?!! (SINETRON abiiis..tapi itulah faktanya..!! DAMN, Thats THE FACT!)

Buat aku, keadaan ini begitu menyedihkan, saat kita harus terlahir didunia dimana perbedaan itu tetap ada (bahkan slalu ada) dan menjadi sebuah permasalahan yang masih saja besar & kompleks ditengah2 masyarakat…

RASISME SARA kenyataannya masih saja menjadi penyakit masyarakat (sorry, karena aku mengatakannya seperti itu)..padahal aku yakin,, semua orangpun lahir dalam keadaan yang sama, keluar dengan cara yang sama, tanpa sehelai benangpun dibadannya sebagai bayi kecil yg murni dan polos, tanpa status sosial, agama, ataupun harta yg dibawanya dan apa yang pada akhirnya kita miliki setelah lahir adalah memang apa yang kita dapat secara cuma-cuma dari orang yang telah melahirkan kita, bukan? begitupun dengan Agama, harta, status social, baju yang kita kenakan dan sebagainya itu..

Hingga kita besar nantipun seolah-olah apa yg kita dapat sejak lahirpun kini menjadi STEMPEL yang melekat dikepala kita seolah-olah tertulis..” Hey, saya adalah bayi Chinese and I Proud to be chinese kristen dr keluarga kaya dan terhormat dan dewasa nanti saya pasti kan jadi penerus kerajaan bisnis bokap gw yg konglomerat itu” sedangkan disisi yang lain..”Hey saya memang bayi yang kurang beruntung yang kelak menjadi seorang dewasa yang mungkin akan selamanya hidup dengan keterbelakangan status sosial karena memang saya terlahir di dukun beranak dari rahim seorang ibu penjual asongan dan ayah hanya seorang pengangguran..???” dan lain sebagainya.

kalau sejak kecil saja kita sering mendengar wejangan orang-orang tua untuk berhati-hati dlm pergaulan..(dengan dalih bermaksud baik agar si anak tidak salah bergaul) ” jangan bergaul sama si A karena dia miskin (bau dan tidak baik) atau karena dia kristen (yang pernah aku dengar bahwa ada kalangan orang yang mengatakan kristen is kafir/pendosa ha?!) atau dia dari keluarga yang tidakbenar, bapaknya narapidana (so what??), or nanti kalau menikah kamu harus cari yang se agama jangan TIDAK seagama dengan dalih itu tidak baik/dosa (karena merasa agamanya jauh lbh baik dari agama yang lain, bahkan di Indonesia ada UUD yang melarang adanya kawin campur..ehm ) dengan pemahaman yang salah..so, bisa terbayangkan bagaimana nanti saat dia menjadi dewasa??

Memang, saya yakin ada nilai positive dari tindakan orang tua yang preventive seperti itu. Mungkin itu akan membuat sianak menjadi lebih berhati-hati dan selektive dlm memilih teman/ bersosialisasi…itu bagus, tapi tidakkah kita lupa juga, bahwa pengaruh negative bisa saja mencuat.

Bila dari kecilnya saja sudah diberikan pemahaman yang salah lebih menjurus kerasisme terhadap SARA, maka tidaklah berlebihan jika kelak dewasa nanti niscaya akan membentuk pribadi anak menjadi konservatif, fanatik terlalu mengagumi SARA yang otomatis dibawanya sejak lahir secara berlebihan sehingga bukan suatu hal yang mustahil jika suatu saat nanti, orang-orang seperti inilah yang nantinya akan menjadi salah satu orang yang berdiri di pinggir-pinggir jalan dengan spanduk ditangannya bertuliskan “ANTI CHRIST!” “HANCURKAN CHINA!” “BUNUH NEGRO!” membakar gereja/ menghancurkan mesjid dan sebagainya. PEACE NOT WAR PLEASE. Dan sementara diseberangnya adapula orang menentang abis-abisan diskriminasi berujung kekerasan, meneriakkan KEDAMAIAN antara manusia, menolak rasisme, mengclaim sebagai manusia beragama yang modern dan baik, padahal dalam kehidupan sehari-harinya dia adalah tetap seorang RASISME sejati (tanpa sengaja dan mungkin tanpa sepengetahuan yang lain, dia baru saja meninggalkan pacarnya yang jawa (dengan lugas mengatakan SUKU menjadi alasan obyektif putusnya) tentu saja setelah meniduri gadisnya dan memberikan beribu-ribu harapan dengan cinta palsunya..walaupun dgn dalih apapun..tetep saja it sounds bullshit!)

itulah realitas yang ada, RASISME itu tetap ada, itulah yang sering saya temuin saat temen-teman menceritakan semua kegusaran dan kekecewaan saat harus berhadapan dengan kenyataan bahwa di jaman yang katanya sudah maju ini, masih saja banyak CINTA dikalahkan dengan PERBEDAAN..!!

Lalu pertanyaannya, kenapa harus dibiarkan kalah? kenapa tak dapat dipertahankan? kenapa tidak bisa mencintai walau dengan seabrek-abrek perbedaan yang ada? Bukankah CINTA seharusnya dapat menyatukan perbedaan dan CINTA menciptakan perdamaian…??

Entah apa yang akhirnya membuat kita terkadang begitu takut dengan peradaban manusia atau Mungkin lebih tepatnya takut akan peraturan manusia yg sudah mengikat dan membatasi kebebasan kita sedari sejak dulu..

Karena biar bagaimanapun norma ataupun tradisi sudah ada sejak dari dahula kala.(entah asal usul awalnya darimana??) dan memang sudah turun menurun (entah sampai kpn?), mungkin sebagian besar malah sudah mendarah daging..maka sesekalinya kita memutuskan untuk keluar dari jalur yang ada dan sudah ditetapkan, for example si kaya menikahi si miskin, si kristen nekat menikahi si hindu, BYAAAR..tidak menutup kemungkinan kita harus berhadapan dengan berbagai masalah yang dengan sendirinya mem blow up mencuat keluar entah itu pertentangan dr ruang lingkup yang paling kecil yaitu Orang Tua/keluarga kita atau bahkan kita harus berhadapan dengan hukum masyarakat (dikucilkan misalnya) dan karena berbagai macam alasan itulah, kita akan berpikir dua kali atau malah beratus-ratus kali, akankah kita punya keberanian untuk mempertahankan apa menjadi priorotas piihan kita? dapatkah kita mempertahankan pandangan kita? dengan resiko2 itu??

ehm…lama-lama aku tidak mengerti kemana arah content blog ini?..Terakhir aku hanya ingin menegaskan bahwa TUHAN memang menciptakan manusia itu dengan perbedaan, warna kulit, suku, pria wanita, dll. Tetapi BUKAN untuk dipermasalahkan..bukan untuk dipecah belahkan…

Perbedaan itu akan menjadi indah bila dipahami..karena perbedaan itu pada dasarnya indah untuk dipersatukan bukan untuk dikotak-kotakkan..OKAY! Peace on earth, Tuhan memberkati.

Sumber dari sini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s