IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Tips: Pendidikan Moral Anak Dalam Keluarga Beda Agama December 9, 2010

Filed under: Tips — IRIndonesia @ 2:24 pm
Tags: , , ,

Pasangan berbeda agama kerap sepakat untuk membiarkan anak-anak belajar memahami kedua agama, dengan demikian diharapkan saat mereka dewasa kelak buah hatinya dapat menentukan keyakinannya sesuai dengan hatinya sendiri, tanpa ada unsur paksaan. Tetapi seiring perkembangan usia mereka, semakin banyak bertanya mengenai perbedaan agama di antara orangtuanya, ayah dan ibunya. Tentu orangtua tidak ingin memberi kesan tidak baik kepada keduanya. Sebaliknya, orangtua ingin mereka bisa menjadi insan-insan yang toleran, dan bijak menghadapi setiap perbedaan. Hanya saja perbedaan agama diantara orangtua yang berbeda agama terkadang membuat merasa serba canggung dan tidak enak dalam keluarga, terutama mertua. Ada kekhawatiran dikira berusaha mengarahkan anak-anak ikut agama salah satu pihak. Jadi, bagaimana sebaiknya orangtua memberikan pendidikan moral kepada anak-anak?

Berikut adalah jawaban dari Tika Bisono, M.Psi.

Dua insan yang berbeda kemudian bersatu dalam perbedaan memang membutuhkan toleransi yang lebih tinggi dari biasanya. Apalagi jika hal itu terkait dengan agama, karena pernikahan beda agama umumnya akan menyebabkan anak-anak mengalami kebingungan dalam memilih agama yang akan diyakininya. Namun jika sedari dini anak-anak dilatih untuk saling bertoleransi dan bersikap bijaksana, maka dikemudian hari mereka akan lebih matang secara psikologis dalam bersosialisasi.

Kita tentu tidak ingin mempengaruhi anak-anak atas sesuatu yang tidak mereka inginkan, karena itu kita harus menjelaskan masing-masing agama dan kepercayaan yang umumnya dianut oleh Warga Negara Indonesia. Karena dengan begitu anak-anak akan lebih banyak pilihan dalam memilih keyakinan mereka. Bila perlu orangtua dapat membeli buku cerita tentang agama-agama yang ada dan hal ini tidak mudah, karena perbedaan pemahaman anak-anak dan kita sebagai orangtua. Oleh karena itu dibutuhkan kreatifitas yang tinggi agar mereka mudah memahami maksud yang terkandung dari cerita tersebut.

Orangtua tidak perlu khawatir oleh pandangan mertua atau saudara suami, karena memang merupakan tugas orangtua untuk mengenalkan agama kepada anak sesuai usia mereka. Dengan mendengar cerita-cerita tentang berbagai agama tadi, mereka juga akan bercerita kepada yang lain tentang apa yang mereka tangkap dari pemahaman mereka. Untuk itu, orangtua harus belajar memahami berbagai agama “ala anak-anak” lalu menceritakannya kembali dalam “bahasa anak” kepada mereka, serta meningkatkan toleransi beragama dalam keluarga yang ditunjukkan dari sikap ibu kepada suami dan sebaliknya. Misalnya saja, saat salah satu orangtua mereka dalam hal ini istri atau suami hendak melakukan ibadah, maka yang lainnya turut membantu kelancaran ibadah orangtuanya dengan mengikuti ibadah atau tidak mengganggu atau melakukan hal-hal mendukung lainnya. Nah, jika orangtua dapat bercerita seobjektif mungkin, maka hasilnya anak-anak juga akan memandang setiap agama secara objektif.

Tidak lupa saya tekankan disini, orangtua, suami dan istri, hendaknya bersama-sama menjadi satu team dalam memberikan penjelasan berbagai agama itu tadi. Dan saya rasa, orangtua adalah team yang kompak dalam berumah tangga serta mendidik anak-anak. Oleh karena itu, selamat berkreasi dan terus menjadi team yang kompak dalam mendampingi anak-anak.

Sumber dari sini

 

One Response to “Tips: Pendidikan Moral Anak Dalam Keluarga Beda Agama”

  1. stefany Says:

    Ndak yakin bsa ngejalaninya?..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s