IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Riwayat Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (KHI) Tamat? December 6, 2010

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 4:10 pm
Tags: , , ,

Di Indonesia, perkawinan lintas agama masih menjadi perdebatan. Padahal persoalan perkawinan adalah persoalan asasi setiap manusia. Oleh karena itu, seharusnya agama tidak mempersulit persoalan perkawinan. Bahkan seharusnya, ada lebih banyak ahli agama yang menafsirkan ulang ayat-ayat yang ada, sehingga ayat-ayat tentang perkawinan tersebut tidak lepas dari konteksnya. Untuk itu Kompilasi Hukum Islam yang berlaku sekarang ini sudah waktunya untuk didekonstruksi.

Oleh karena itu Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender Departemen Agama RI mengeluarkan counter legal draft atas Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang selama ini sering digunakan sebagai rujukan oleh para hakim agama, di hotel Aryaduta – Jakarta. Didalam counter legal draft yang baru, khususnya menyangkut hukum perkawinan tercatat sejumlah isu-isu penting yang dilakukan perubahan temasuk perkawinan beda agama.

Menurut Abdul Moqsith, seorang pemikir muda Islam, menyatakan bahwa persoalan perkawinan beda agama adalah persoalan teologis dan politis. Dari sisi teologis, perkawinan beda agama telah ditafsirkan sebagai sebuah larangan. Oleh karena itu dibutuhkan tafsir yang lain untuk menanggapi persoalan perkawinan lintas agama. Tafsir yang lain itu bukan berarti dimunculkan tafsir baru, karena biasanya tafsir baru akan mengundang persoalan baru. Untuk itu, uji kesahihan dari tafsir tersebut menjadi hal yang sangat penting. Namun, kesahihan tafsir itu bukanlah diuji diatas kertas, tapi diuji di lapangan. Ukuran dari kesahihan itu adalah kemaslahatan yang didapat dari tafsir tersebut. Dari sisi politisnya, Maria Ulfah memberikan contoh. Pada tahun 1986, MUI DKI Jakarta pernah mengeluarkan fatwa yang mengijinkan pernikahan beda agama. Pada tahun itu, terjadi 327 perkawinan beda agama, dan sebagian besar diantaranya dilakukan oleh umat muslim dengan non muslim. Sayangnya, pada tahun 1994, fatwa ini dicabut. Dari kejadian ini sangat jelas terbukti, bahwa perkawinan lintas agama mempunyai muatan politis yang sangat kuat.

KH Husein Muhammad, salah satu pembahas yang juga sebagai kontributor aktif di dalam pembuatan counter legal draft ini menyatakan bahwa counter legal draft KHI ini merupakan bentuk penerjemahan kembali sebuah teks-teks. Setiap teks perlu adanya pembaharuan sesuai dengan masanya. “Kalau kita hanya berpaku pada sebuah teks yang ada, sementara kehidupan terus berlangsung, maka saya khawatir teks ini akan ditinggalkan oleh masyarakat dan selanjutnya teks ini akan menjadi sebuah legenda dalam masyarakat” ujar Hussein. Menurut Hussein “teks agama setidaknya tidak dipahami secara mutlak dan tunggal seolah-olah tidak bisa dirubah. Kalau dulu Nabi Muhammad menerima teks-teks hukum agama langsung dari Allah Swt, maka teks bisa bermakna tunggal, tetapi ketika Nabi Muhammad telah meninggal dunia, apakah tulisan-tulisan tersebut masih memiliki makna tunggal? Sejarah menunjukkan Al-Quran bisa diinterpretasikan dalam sejumlah pandangan, Al-Quran tidak berbicara apa-apa, yang memberi makna adalah orang,”ujar Husein.

Hanya saja tidak semua kelompok agama setuju akan perkawinan lintas agama. Oleh karena itu, Budhis dari KAPAL Perempuan menyarankan agar lebih hati-hati dalam mengusung isu ini. Menteri Agama, Said Agil Husin Al Munawar pun melarang mendiskusikan kembali counter legal draft Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang diusulkan Tim Pengarusutamaan Gender Departemen Agama. “Saya melarang untuk mengadakan diskusi, sarasehan yang berkaitan dengan draft KHI dengan bentuk apapun, dengan materi yang sama,” ujar Said di kantornya.

Tempo memberitakan bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia, Umar Shihab telah mengirim surat kepada Menteri Agama yang isinya mempertanyakan draft tersebut. Surat tersebut juga meminta agar menteri agama tidak membenarkan adanya rancangan dari kelompok yang ingin merubah KHI. Menurut Umar seperti mengutip Tempo Interaktif menjelasakan bahwa draft KHI selain bertantangan dengan syariat Islam, juga bertentangan dengan KHI yang merupakan kesepakatan seluruh umat Islam. “Ini bukan hanya menafsirkan, tapi menyalahartikan Al-Quran. Hanya akal-akalan saja, “ujar Umar. Umar juga menegaskan bahwa draft KHI itu tidak diterima umat Islam. Umar mengaku dirinya tidak anti kalau KHI dirubah, tetapi harus melalui ijtihad para Mujahid.

Tindakan melarang pembahasan Counter Legal Draft KHI oleh Menag Agama ini tentu saja bertentangan dengan pidatonya sendiri. Beberapa pekan lalu, tepatnya tanggal 4 Oktober 2004, Said Agil justru yang membuka diskusi tentang pembaruan hukum Islam dan Launching Counter Legal draft Atas Kompilasi Hukum Islam di Hotel Aryaduta Jakarta. Bahkan Menteri Agama dalam pidatonya sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Pokja Pengarusutamaan Gender Departemen Agama ini sebagai langkah yang maju dan perlu didukung.

Pertanyaanya, se-plinplan itukah seorang Menteri Agama dalam berfikir. Apakah sebelumnya tidak dipikirkan, atau jangan-jangan Menteri Agama sedang mengalami tekanan? Padahal departemen yang dia pimpin adalah departemen yang membawa pertanggungjawaban umat terhadap Tuhannya.

Pelarangan pembahasan Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD-KHI) yang telah dilakukan oleh Menteri Agama Said Agil Husin Al Munawar, kini semakin dipertegas oleh Menteri Agama yang baru Muhammad Maftuh Basuni. Beliau mengatakan bahwa jajarannya tidak akan mengangkat lagi isu CLD-KHI yang merupakan usulan tim Pengarusutamaan Gender Departemen Agama RI. Penegasan ini disampaikan Maftuh Basuni usai berkunjung ke kantor MUI Masjid Istiglal, Jakarta Pusat. Ini mengundang berbagai organisasi perempuan di Indonesia mengecam pelarangan draft Kompilasi Hukum Islam tersebut sebagai tindakan pelanggaran hak sipil.

Sumber dari sini

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s