IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

Pandangan Ulil: Nikah Beda Agama May 29, 2013

Filed under: Tokoh — IRIndonesia @ 11:23 am
Tags: ,

Ulil Abshar Abdalla

PART I

1. Terima kasih kepada Mas @Fahmisalim2 untuk tanggapannya atas twit2 saya soal #NBA. Masykur laka, ya ustadz!
2. Saya akan tanggapi sedikit tanggapan Mas @Fahmisalim2. Semoga memberikan perspektif perimbangan. Saya kasih tagar #NBA jg.
3. Mas @Fahmisalim2 mengatakan bhw prinsip kondisionalitas hanya berlaku untuk hukum2 yg tak dinashkan di Quran atau hadis. #NBA
4. Sebelumnya, saya ingin terangkan sebentar apa yg disebut prinsip ‘kondisionalitas’. #NBA
5. Kondisionalitas: Keterikatan hukum dg kondisi/konteks tertentu. Jika kondisi/konteks itu sdh tak ada, hukum tak berlaku lg. #NBA
6. Saya ingin menyangkal kleim Mas @Fahmisalim2 bhw prinsip kondisionalitas berlaku hanya untuk hukum2 yg tak dinashkan. #NBA
7. Yg dimaksudkan dg ‘dinashkan’ adalah diterangkan scr tegas/eksplisit dlm Quran atau hadis. #NBA
8. Argumen saya dua. Pertama: Pembatasan kondisionalitas pd hal2 yg dinashkan hanya bersifat ijtihadi, bukan manshush (tak dinashkan). #NBA
9. Dg kata lain, pembatasan kondisionalitas hanya pada hal2 dinashkan, tak bersumber dari nash2 di Quran dan hadis. #NBA
10. Para ulama fiqh memang mengenalkan prinsip ‘la ijtihada fi mahalli al-nash’. #NBA
11. Maksudnya: Hal2 yg sudah ada keterangannya dlm nash (Quran/hadis), tak bisa diinterpretasi lg. #NBA
12. Prinsip tadi itu adalah prinsip yg dihasilkan oleh ijtihad ulama, bukan prinsip yg eksplisit ada di Quran/hadis. #NBA
13. Karena itu, prinsip tersebut masih bisa dipersoalkan. Dlm faktanya, yg terjadi justru berbalikan dr prinsip tadi itu. #NBA
14. Di sini saya akan masuk ke argumen kedua: Dlm kenyataannya, ada beberapa hukum yg sdh dinashkan di Quran, dan diinterpretasi ulang. #NBA
15. Contohnya adalah tindakan Umar menginterpretasi ulang ayat 9:60 ttg orang2 yg berhak menerima zakat. #NBA
16. Sebagaimana kita tahu, salah satu golongan yg berhak menerima zakat sesuai dg ayat 9:60 adalah orang2 muallaf. #NBA
17. Waktu berkuasa, Khalifah Umar menghapuskan hak orang muallaf atas zakat dg alasan kondisinya sdh berubah. #NBA
18. Tindakan Umar itu jelas melakukan ijtihad atau interpretasi ulang atas hukum yg sdh dinashkan dlm Quran. Umar salah? #NBA
19. Kalau prinsip yg disebut Mas @Fahmisalim2 itu dipakai, banyak kesulitan timbul. Saya berikan contoh. #NBA
20. Ada hadis berbunyi ‘Al-a’immatu min Quraisy’, imam atau penguasa itu (harus) dari suku Quraisy. Apa masih mau kita pakai hadis ini? #NBA
21. Kalau hadis itu kita pakai scr harafiah, berarti presiden negeri2 Islam harus berasal dari suku Quraisy sesuai dg hadis tadi. #NBA
22. Kesimpulannya: prinsip ‘la ijtihada fi mahall al-nash’ tidak tepat, dan scr historis banyak dilanggar oleh ulama sendiri. #NBA
23. Menurut saya: banyak hukum dlm Quran dan sunnah yg sudah seharusnya diinterpretasi ulang, sbb zaman sdh berubah. #NBA
24. Menginterpretasi ulang hukum2 Quran adalah keniscayaan zaman kalau Islam tak mau jadi lelucon zaman ini. #NBA
25. Saya yakin, tindakan menginterpretasi ulang hukum2 Quran justru merupakan tuntutan Quran itu sendiri. #NBA
26. Di Quran bertebaran ayat yg menganjurkan umat Islam untuk berpikir dan menalar. Afala ta’qiluun. #NBA
27. Salah satu pelaksanaan perintah memakai akal di Quran itu adalah menginterpretasi hukum2 Quran jika kondisi sdh berubah. #NBA
28. Sekian tanggapan saya. Wallahu a’lam bi al-shawab.

PART II
1. Saya lanjutkan sedikit twit soal #NBA. Menanggapi berberapa komentar yg sama sekali ndak ilmiah, tp tetap perlu dijawab.
2. Misalnya ada yg komentar begini: Kalau anda menghalalkan nikah beda agama, apa anda mengijinkan anak anda melakukannya? #NBA
3. Komentar seperti itu tak relevan, sbb tak mengenai esensi masalah. Saya kasih contoh dari tindakan Nabi sendiri. #NBA
4. Waktu Sahabat Ali mau mempoligami Fatimah, puteri Nabi, beliau tak mengijinkan. Padahal poligami diizinkan di Quran. #NBA
5. Nabi sendiri melakukan poligami. Tapi saat puterinya mau dipoligami, naluri orangtuanya mengatakan lain. Beliau tak mengijinkan. #NBA
6. Kalau sesuatu itu boleh, bukan berarti seseorang harus melakukannya. Kalau sesuatu itu halal, bkn berarti harus menyantapnya. #NBA
7. saya tentu lbh suka anak saya kawin seagama. tp jika dia sungguh2 dan tetap mau melakukan nikah beda agama, saya tak bs melarang.

TANYA:
@saviraalkaff : Dalam Alquran, sumai wajib jadi imam sholat, kalau suami nya non muslim, gimana om @ulil
@ulil : tak ada kewajiban suami jadi imam salat. kalau suaminya non-muslim, ya salat sendiri, atau jamaah di masjid.

Sumber dari sini.

 

One Response to “Pandangan Ulil: Nikah Beda Agama”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.