IRIndonesia

Interfaith Relationship Indonesia

CINTA BEDA AGAMA ? atau ! January 18, 2011

Filed under: Esai — IRIndonesia @ 9:53 pm
Tags:

Oleh: Kenyokania (@kenyokania)

Cinta beda agama, antara aku dan dirinya..
Cinta beda agama, tak ragu saat memulainya…
Cinta beda agama, tak tahu salahkan siapa…
(Cinta Beda Agama, ciptaan Teguh, Deasy, Beno)

Tidak akan timbul asap jika tidak ada api. Kira-kira analogi inilah yang menyebabkan lagu di atas lahir dan populer di kalangan intern jurnal-jurnil 2005. Kisah dalam lagu ini adalah nyanyian jujur yang berkenaan langsung dengan kehidupan saya, kamu, kami, mereka, semua yang pernah mengalaminya. Tidak heran, ketika lagu ini dinyanyikan, kapanpun, dimanapun, lagu ini menang. Menang karena ia berhasil memaksa para pelantunnya untuk menghayati tiap kata yang terangkai pada lirik dengan sepenuh hati.

Jujur saja, saya jatuh cinta dengan lagu ini. Saya jatuh cinta menyanyikan lagu ini bersama jurnal-jurnil. Ternyata, banyak di antara kami yang mengalami fenomena ini, cinta beda agama.
Lucu, ironi, menyedihkan, menyebalkan, mem’bangsat’kan, semuanya bisa diwakili atau bisa timbul jika membicarakan masalah cinta beda agama.

Banyak yang menganggap cinta beda agama adalah masalah yang sangat krusial, cenderung prinsipil sehingga konflik yang ditimbulkan juga mendalam. Tapi, mengapa insan yang menjalani hal ini terus bermunculan? Seolah memancing sakit hati atau masalah sendiri dan tidak kapok?
Baiklah, saya curhat saja.

Bagi saya pribadi, dari jaman dahulu kala, saat batu masih menjadi kerikil, dan saat saya masih jadi malaikat di atas sana (ngok), saya tidak pernah mempermasalahkan pacaran atau cinta beda agama. Mengapa? Bukan karena saya menganggap pacaran itu tidak penting, bukan juga karena saya menyepelekan masalah agama.

Saya berpikir, apakah benar jodoh kita itu ditentukan oleh agama? Jika ada manusia yang mampu menjawabnya, mungkin dia menjawab berdasarkan penafsiran terhadap kitab agama. Lalu, bagaimana jika interpretasi dia terhadap kitab itu tidak sesuai dengan yang Tuhan maksudkan? Hehehe…jangan pada ngamuk dulu baca tulisan ini, udalah, santai aja, saya juga beragama kali, ga usah dibawa serius!

Maksud saya begini. Kita bicara contoh yang ekstrim ajalah, bayangkan sebuah situasi dimana kita bertemu dengan dua calon partner hidup. Yang satu memeluk agama sama dengan kita, yang satu lagi berbeda. Tapi ada permasalahan yang muncul. Si partner seagama sama sekali tidak memiliki kecocokan dengan kita, cenderung membuat batin tersiksa. Sedangkan, si partner beda agama adalah dia yang kita anggap bisa menjalani hidup bersama karena kesamaan visi atau kemampuan untuk saling menerima. Ingat, bicarakan kasus ini dalam konteks yang sempit, yaitu konteks contoh yang saya berikan. Apa yang harus kita lakukan? Jika kita memilih partner seagama, hidup tidak akan bahagia dan justru kita tidak mendapatkan hikmah atau tidak mampu memberikan apapun bagi kehidupan kita bersama si partner itu. Dosa juga kalo kerjaan tiap hari berantem dan blabla….

Kebalikannya, jika kita memilih partner beda agama, apa yang kita tuju dalam hidup kemungkinan bisa dilaksanakan bersama secara baik dan saling mengisi juga membantu. Tapi, dia berbeda agama dengan kita.

Hahahhaa….sulit bukan? Mungkin di antara kamu ada yang memilih cara, lebih baik tidak melakukan pendekatan sama sekali jika kamu tahu calon partner itu memeluk agama yang berbeda. Baik, itu juga bisa, lebih logis untuk mencegah masalah-masalah prinsipil yang timbul. Jalan itu jauh lebih baik daripada kamu tetap nekat menjalankan hubungan dengan partner beda agama padahal kamu tahu hal itu tidak mungkin terlaksana. Mengapa? Karena bagi kamu, pacaran beda agama itu masalah. Simpel? Memang. Jadi, kamu tidak ingin memancing suatu permasalahan yang bisa timbul. Kalau ternyata kamu tipe demikian, lalu tetap memutuskan pacaran walau beda agama, dan perasaan sayang yang tulus timbul, mau dibawa kemana hubungan kalian? Repot bukan?

Beda dengan saya, yang tidak mempermasalahkan agama ketika melihat calon partner dalam sebuah hubungan. Demikian juga bagi kamu yang tidak menganggap pacaran beda agama adalah masalah. Berarti siap dengan resiko yang ditanggung dan tahu harus melakukan usaha khusus untuk mengatasi perbedaan di antara kedua pihak. Betul?

Kalau diingat-ingat, saya hanya pernah menjalin hubungan seagama dengan satu orang. Yang lain? Beda agama, itupun tidak pernah jadi masalah yang krusial. Bohong deeengg!!! Sekali doang itu jadi masalah. Dan saya hanya tertawa, karena beda agama dijadikan alasan untuk menyudahi hubungan kami. Saya jelas tertawa karena setelah saya periksa KTP yang masa berlaku uda aktif jauh sebelum saya mengenal si mantan, toh, agama saya tercantum Kristen. Jadi logikanya, saat dia melakukan niatan untuk mendekati saya, saya memang seorang Kristiani (walaupun jarang ke gereja)

Yah, hikmahnya, saya menyimpulkan bahwa mantan saya itu kurang pintar membohongi saya agar bisa putus. Agama dijadikan excuse terakhir yang paling memungkinkan ia mencapai tujuannya. Hahahahaha….

Ternyata eh ternyata, I am not the only who has this deal. I’d rather not call it a problem, because for me, it is not a problem, not even a little bit problem in my life. Ya, ternyata teman-teman saya juga banyak yang mengalami kasus cinta beda agama, sebegitu dalamnya hingga mereka meluapkan ke dalam sebuah karya. Bagus bukan? Jadi inspirasi sebuah lagu yang menurut saya, musikalitasnya juga oke!

Lalu, bagaimana jika ternyata kamu adalah orang yang menganggap cinta beda agama itu masalah tapi kepincut sama orang yang beda agama? Hmmm….mungkin, saya cuma bisa bilang, itu masalah lo. Ya, habis mo gimana lagi? Bukannya jahat, tapi kan, itu masalah bagi lo, tapi sekarang ngalamin, yang tahu harus berbuat apa ya kamu sendiri. Mau lanjut, berarti anggaplah agama yang berbeda itu sebuah perbedaan selayaknya kamu adalah laki-laki dan perempuan, si kaya dan si miskin, si pintar dan si kurang pintar, si hitam dan si putih, si egois dan si penyabar. Segala sesuatu pasti ada solusi jika memang diniati.

Saya hanya yakin, jika memang agama itu baik seperti yang sudah terdogma, pasti tidak ada ajaran yang menganggap pemeluk agama lain adalah masalah dalam hidup. Bagi saya…
Bagi kalian? Terserah…

Sumber dari sini

 

One Response to “CINTA BEDA AGAMA ? atau !”

  1. eka putri rahmadhani Says:

    pacar mb agama nya apa?
    saya juga punya pacar yang agama nya beda dgn saya, saya islam dan dia hindu :(


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.